Sepi Job? Tenang, Begini Nih Strategi Dapetin Client yang Ampuh

January 31, 2019

Menjadi seorang freelancer atau pekerja kreatif adalah tantangan tersendiri bagi kami, kenapa? Karena menantang, gitu aja. Ya, kita ditantang untuk menjadi seorang yang bisa bertahan di bidang ini, kita harus bisa mencari dan mendapatkan client secara mandiri, ngejar deadline sampai malam hari, dan harus bisa ngasih makan untuk anak dan istri.

Sehingga bisa dikatakan, menjadi seorang freelance adalah suatu hal yang mulia, karena moral dan jiwa kita ditempa habis-habisan disini. Jujur, saya pribadi sering sekali sepi job atau gak dapet client sama sekali dalam satu bulang full, alhasil dalam bulan tersebut saya gak ada pemasukan sama sekali.

Alhamdulilah, sekarang saya sudah bisa mendapatkan gaji bulanan karena beberapa bulan yang lalu saya ditawarkan untuk bekerja di sebuah startup di bidang pendidikan yang berlokasi di Singapore, jadi sistem kerjanya ya remote, kantornya di Singapore, saya kerja di kamar kos.

Nah, di artikel kali ini kita bakal belajar tentang gimana caranya mendapatkan client yang ampuh. Baru saja saya belajar tentang bisnis model di Thefutur (salah satu channel kesukaan saya buat belajar-belajar tentang bisnis model atau design), dan disana saya mendapatkan banyak ilmu baru tentang design, bisnis, dan berbagai macam tips dan trik lainnya yang berkaitan.

Sebelum kita mulai, sebenarnya ada satu artikel lagi yang agak mirip dengan artikel ini tapi lebih spesifik di bidang design, monggo bisa baca: Bagaimana Caranya Designer Mendapatkan Penghasilan?

So, let's jump into it!


Selalu update dan percantik portofolio kamu



Satu hal yang mungkin sudah sangat mainstream di dengar di telinga para freelancer adalah portofolio. Hal ini memang sangatlah penting, karena dengan adanya portfolio, calon klien akan merasa sangat percaya dengan tingkat profesionalitasmu.

Belum punya portfolio? Tenang, ada banyak kok berbagai macam layanan portofolio online yang bertebaran di internet, salah satu layanan yang sangat saya suka adalah Dribbble. Ya mungkin karena saya ini UI designer, jadinya tentu saya pake Dribbble.

Tapi apabila kamu seorang fotografer, videografer, atau mungkin seorang motion graphic artist, kamu bisa menggunakan layanan portfolio yang lain seperti Behance (ini saya rekomendasiin banget untuk konten berupa video) atau mungkin bisa menggunakan YouTube.

Atau mungkin juga kamu bisa membuat website pribadi kamu sendiri yang kemudian bisa kamu isi dengan karya-karya kamu.

Nah kalau mau bikin website pribadi, mungkin kamu bakalan membutuhkan yang namanya hosting dan domain, kamu bisa tuh dapetin hosting dan domain dengan harga yang super murah, domain .com mulai dari 99 ribu, dan hostingnya mulai dari 25 ribu, mantap kan? Monggo bisa cek di link berikut ini: http://bit.ly/domainhostingid

Pengalaman juga penting buat para klien



Misal nih kamu sakit, kemudian kamu mau berobat ke dokter, terus kamu sadar bahwa dokter yang akan kamu temui tersebut ternyata belum lulus kuliah (misalnya loh ya), yang artinya dia belum punya banyak pengalaman, nah menurutmu apakah kamu akan melanjutkan untuk berobat di dokter tersebut?

Tentu enggak kan? Nah maka dari itu, poin-nya disini adalah pengalaman. Seorang klien tentunya menginginkan proyeknya di handel oleh seseorang yang sudah berpengalaman di bidangnya, so tentu kamu harus perbanyak pengalaman dulu.

Lah terus gimana caranya nyari pengalaman?

Kalau cara saya nih ya, saya biasanya dulu memulai dengan membuat fake project, kemudian membuat produk sendiri yang juga dijual sendiri.

Apa itu fake project? Seperti namanya, fake project ini merupakan sebuah proyek yang dibuat oleh kita sendiri, tanpa dibayar, dan tanpa ada klien yang menyuruh, tapi kita membuatnya secara mandiri dan berusaha terlihat profesional di proyek tersebut.

Misal saya membuat design UI aplikasi iOS untuk para tuna netra yang ingin mendengarkan murottal Al-Qur'an maka saya akan membuat proyek tersebut seindah mungkin, mulai dari dokumentasi, wireframe, design, prototype, dan presentasi.

Perbanyak teman atau channel



Trik yang satu ini saya dapatkan dari channel Thefutur, menurut saya trik ini bener-bener ampuh banget, dan sebenarnya saya juga sudah membuktikkannya.

Jadi saya cerita dulu sedikit ya. Pas tahun 2018 yang lalu, saya berteman dengan salahs atu pemilik studio design di Purwokerto lewat media Facebook, awalnya saya sama dia gak saling kontak sama sekali, jadi temanan di Facebook ya cuman sekedar status doang, sebenernya kami gak pernah saling ngirim pesan, dan yang lain sebagianya.

Kemudian satu hari, dia kan udah tau tuh portofolio saya di Dribbble, karena mungkin saya juga sering share link portfolio Dribbble saya di Facebook, jadinya dia tau deh. Nah dia kan udah tau tuh portofolio saya, and then dia ngeliat salah satu karya saya yang mungkin membuat dia tertarik gitu. Dan akhirnya, saat bulan Juli tahun 2018 yang lalu saya ditawarin sama dia untuk join di studionya di Purwokerto, padahal waktu itu kalau gak salah saya baru lulus SMK.

Dan kisah saya tersebut merupakan salah satu contoh dari manfaat memberbanyak channel atau teman, walau pun lewat media sosial.

Oke kita balik lagi dengan si Thefutur tadi. Jadi di salah satu video Thefutur, naratornya menjelaskan bahwa dia menantang para viewersnya untuk mencari 30 teman atau channel setiap minggunya.

Teman tersebut bisa dari berbagai macam bidang, tapi menurut saya ya usahakan cari yang bidangnya sama-sama bekerja di bidang kreatif gitu.

Profesionalitas itu yang utama cuy



Profesionalitas adalah hal yang utama, hal tersebut sudah menjadi semacam 'adat istiadat' di dunia kerja dari jaman dulu, bahkan bukan hanya di bidang kerja, profesionalitas juga berlaku di semua aspek kehidupan. Kita dituntut untuk menjadi profesional ketika menjalankan ibadah, kita harus profesional ketika menjadi seorang suami atau istri, kita juga harus profesional ketika menjadi seorang murid atau guru.

Nah, menjadi seorang freelance juga harus dituntut profesional. Lalu, seperti apa aja sih hal-hal profesional itu?
  1. Kamu harus sebisa mungkin fast respon ketika calon klien sedang menghubungi kamu
  2. Kamu harus menghormati deadline yang ditetapkan oleh si klien
  3. Kamu harus memiliki sopan santun kepada klien
  4. Setiap hasil akhir dari poyekmu berusahalah untuk sesuai dengan ekspetasi klien
Saya pribadi jujur, sering menghiraukan poin ke 1, 2, dan 4, karena memang sangat sulit sekali bagi pemula seperti saya, makanya saya share disini biar kalian gak ikut-ikut saya gitu ya.

Oke saya kira itu aja dulu trik kali ini, semoga bermanfaat dan, semoga saya tambah ganteng.

You Might Also Like

0 comments